
Jakarta – Media sosial kembali diramaikan dengan tren pola makan baru yang dikenal sebagai biblical eating atau biblical diet. Berbeda dari diet pada umumnya, pola makan ini mengacu pada jenis makanan yang disebutkan dalam Alkitab dan mengutamakan bahan-bahan alami.
Seiring berkembangnya berbagai metode diet, biblical eating mulai menarik perhatian karena dianggap menggabungkan aspek kesehatan dengan nilai spiritual. Pola makan ini menitikberatkan pada konsumsi makanan yang minim proses pengolahan.
Mengutip Oddity Central (23/05/2026), pelaku biblical diet umumnya mengonsumsi ikan, roti, madu, buah-buahan, biji-bijian, serta bahan pangan alami lainnya yang banyak disebut dalam Alkitab.
Di berbagai platform media sosial, pola makan ini bahkan disebut-sebut sebagai alternatif gaya hidup sehat. Popularitasnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan membentuk komunitas dengan jumlah pengikut yang cukup besar.
Salah satu figur yang ikut memopulerkan tren tersebut adalah Kayla Bundy, kreator konten berusia 27 tahun yang mengaku telah menerapkan biblical eating selama sekitar delapan tahun. Lewat akun TikTok miliknya, ia rutin membagikan resep serta tips memasak yang menurutnya selaras dengan prinsip makanan dalam Alkitab.
Akun Bundy kini diikuti lebih dari 500 ribu pengguna. Ia mengaku mulai tertarik menerapkan pola makan tersebut setelah mempelajari Alkitab dari sudut pandang yang berbeda dan meyakini bahwa makanan memiliki hubungan dengan kehidupan spiritual.
Menurut Bundy, makanan bukan sekadar sumber energi, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam dalam kehidupan beriman.
Popularitas biblical eating kemudian berkembang menjadi peluang bisnis. Bundy diketahui menawarkan buku panduan digital berisi daftar makanan yang disebut sebagai biblical superfoods dengan harga sekitar US$28 atau sekitar Rp500 ribu. Ia juga menyediakan layanan pendampingan (coaching) dengan biaya mencapai US$700 atau sekitar Rp12,5 juta per bulan.
Selain Bundy, tren ini juga banyak dibahas oleh Abbie Stasior, seorang ahli gizi Kristen asal Nashville, Amerika Serikat. Dalam berbagai unggahannya, ia menghubungkan prinsip gizi seimbang dengan kisah-kisah yang terdapat dalam Alkitab.
Salah satu contoh yang sering diangkat adalah kisah Yesus yang menyantap roti dan ikan bersama para murid dalam Kitab Yohanes. Menurut Stasior, menu tersebut mencerminkan perpaduan karbohidrat dan protein yang seimbang.
Konten serupa juga dibagikan oleh kreator media sosial Annalies Xaviera yang memiliki lebih dari 300 ribu pengikut di Facebook. Kehadiran sejumlah kreator tersebut turut mendorong semakin populernya biblical eating di dunia maya.
Secara umum, menu yang dianjurkan dalam biblical eating memang didominasi bahan pangan alami yang minim proses pengolahan sehingga sejalan dengan prinsip pola makan sehat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kebutuhan nutrisi setiap orang tidak sama. Karena itu, biblical eating maupun tren diet lainnya sebaiknya tidak dijadikan acuan tunggal. Pola makan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan gizi, dan gaya hidup masing-masing individu.
