
Jakarta – Memadukan makanan dan minuman memang bisa membuat menu terasa lebih menarik. Namun, ada sejumlah kombinasi yang perlu diperhatikan karena pada sebagian orang dapat memicu gangguan pencernaan atau membuat penyerapan nutrisi menjadi kurang optimal.
Beberapa ahli gizi menyoroti pasangan makanan dan minuman yang cukup populer, mulai dari susu dengan jeruk hingga mie instan bersama kecap asin. Selain berpotensi menyebabkan perut tidak nyaman, sejumlah kombinasi juga dapat membuat asupan gula, natrium, atau stimulan menjadi berlebihan.
Dikutip dari Real Simple, berikut beberapa kombinasi yang sebaiknya dikonsumsi dengan lebih bijak.
1. Susu dan Buah Jeruk
Susu dan buah-buahan sitrus seperti jeruk memiliki karakteristik yang berbeda. Jeruk mengandung asam sitrat, sedangkan susu kaya protein.
Ketika keduanya dikonsumsi berdekatan, keasaman dapat menyebabkan protein susu menggumpal. Proses tersebut sebenarnya merupakan bagian dari pencernaan normal, tetapi pada orang dengan pencernaan sensitif, kombinasi ini dapat memicu rasa begah, kembung, gas, atau sakit perut.
Avery Zenker, RD, MAN, ahli diet dari University of Guelph di Kanada, menjelaskan bahwa protein susu yang menggumpal bisa terasa lebih sulit dicerna bagi sebagian orang.
Jika tubuh mudah mengalami gangguan setelah mengonsumsi keduanya, memberikan jeda antara konsumsi susu dan buah sitrus dapat menjadi pilihan.
2. Dark Chocolate dan Susu
Dark chocolate dikenal sebagai sumber flavonoid, yaitu senyawa antioksidan yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk untuk jantung.
Namun, ketika cokelat hitam dikonsumsi bersama susu, terdapat kekhawatiran bahwa protein dalam susu dapat memengaruhi penyerapan sebagian senyawa polifenol dari cokelat.
Ahli jantung Dr. Elizabeth Klodas menyebut kombinasi tersebut dapat mengurangi potensi manfaat kesehatan yang diharapkan dari dark chocolate.
Karena itu, jika tujuan utama mengonsumsi dark chocolate adalah mendapatkan kandungan antioksidannya, memilih cokelat dengan kadar kakao tinggi dan tidak terlalu banyak tambahan susu bisa menjadi pertimbangan.
3. Kopi dan Pisang
Kopi dan pisang sama-sama populer sebagai menu sarapan. Kopi memberikan kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan, sementara pisang menyediakan karbohidrat serta berbagai nutrisi.
Namun, kombinasi sumber kafein dengan karbohidrat yang relatif mudah dicerna dapat memberikan sensasi energi yang cepat pada sebagian orang, kemudian diikuti rasa lelah ketika efeknya berkurang.
Suhaul Riveria, pendiri Alkaline Herb Shop, menyebut perpaduan kafein dan karbohidrat dapat menciptakan kesan energi yang bertahan lebih lama daripada kenyataannya.
Respons tubuh tentu berbeda-beda. Jika setelah sarapan dengan kopi dan pisang tubuh justru mudah merasa lemas, menu tersebut bisa disesuaikan dengan menambahkan sumber protein atau lemak sehat.
4. Mie Instan dan Kecap Asin
Mie instan sering diberi tambahan kecap asin untuk memperkuat rasa. Sayangnya, kombinasi tersebut dapat membuat asupan natrium dalam satu kali makan menjadi semakin tinggi.
Mie instan sendiri umumnya sudah mengandung natrium cukup tinggi, sementara kecap asin juga merupakan sumber garam.
Jika terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi natrium, risiko tekanan darah tinggi dan sejumlah masalah kesehatan lainnya dapat meningkat.
Zenker mengingatkan bahwa konsumsi natrium dalam jumlah tinggi secara terus-menerus dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Karena itu, penggunaan bumbu tambahan sebaiknya tetap dibatasi dan dapat diimbangi dengan sayuran serta sumber protein.
5. Alkohol dan Minuman Berkafein
Kombinasi alkohol dan kafein dapat ditemukan dalam sejumlah minuman, termasuk cocktail yang menggunakan kopi atau espresso.
Masalahnya, kafein merupakan stimulan, sedangkan alkohol memiliki efek depresan pada sistem saraf. Kafein dapat membuat seseorang merasa lebih terjaga sehingga efek kantuk dari alkohol terasa berkurang.
Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang tidak menyadari seberapa besar pengaruh alkohol terhadap tubuh dan akhirnya mengonsumsi lebih banyak.
“Karena kafein dapat menutupi sebagian efek intoksikasi yang dirasakan akibat alkohol,” jelas Zenker.
Oleh sebab itu, mencampurkan minuman beralkohol dengan kafein bukan pilihan yang aman. Mengandalkan rasa lebih segar atau tidak mengantuk sebagai tanda bahwa tubuh belum terpengaruh alkohol juga dapat menyesatkan.
Pada dasarnya, tidak semua kombinasi makanan otomatis berbahaya. Respons tubuh setiap orang dapat berbeda. Yang lebih penting adalah memperhatikan keseimbangan nutrisi, ukuran porsi, serta frekuensi konsumsi.
Jika suatu kombinasi makanan berulang kali menimbulkan kembung, sakit perut, atau keluhan lainnya, sebaiknya kurangi atau hindari kombinasi tersebut dan perhatikan pola makan secara keseluruhan.
