
Jakarta – Wasir atau ambeien dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman, terlebih ketika muncul pembengkakan, nyeri, atau perdarahan. Selain menjaga kebiasaan buang air besar, pemilihan makanan juga penting agar gejala tidak semakin mengganggu.
Wasir terjadi ketika pembuluh darah di sekitar rektum atau anus mengalami pembengkakan dan peradangan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mencegah sembelit karena tinja yang keras dapat membuat seseorang harus mengejan lebih kuat dan memberi tekanan tambahan pada area tersebut.
Karena itu, makanan kaya serat sangat dianjurkan untuk membantu menjaga konsistensi tinja. Sebaliknya, beberapa makanan dan minuman sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Dikutip dari GoodRx, berikut enam di antaranya.
1. Makanan yang Digoreng dan Tinggi Lemak
Gorengan serta makanan berminyak umumnya rendah serat. Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan tersebut dapat membuat pola makan menjadi kurang serat dan berpotensi menyebabkan tinja lebih keras.
Tinja yang sulit dikeluarkan dapat membuat seseorang mengejan ketika buang air besar. Kebiasaan mengejan ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus dan berpotensi memperburuk wasir.
Saat makan di luar, sebaiknya batasi gorengan dan camilan tinggi lemak seperti keripik.
2. Tepung Olahan
Roti tawar, biskuit, sereal tertentu, dan kerupuk merupakan contoh makanan yang menggunakan tepung olahan. Jenis makanan ini cenderung memiliki kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan makanan berbahan biji-bijian utuh.
Kurangnya serat dapat membuat proses buang air besar menjadi lebih sulit. Ketika tinja keras dan seseorang harus mengejan, tekanan pada area wasir dapat meningkat sehingga pembengkakan maupun perdarahan lebih mudah terjadi.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan serat, pilih sumber karbohidrat yang lebih banyak mengandung biji-bijian utuh.
3. Produk Susu
Susu dan berbagai olahannya seperti keju, yogurt, es krim, serta krimer dapat menjadi sumber protein, kalsium, dan vitamin D. Namun, makanan dari kelompok ini umumnya tidak mengandung serat dalam jumlah berarti.
Pada sebagian orang, konsumsi produk susu dalam jumlah banyak dapat berkontribusi terhadap sembelit. Jika buang air besar menjadi lebih sulit, penderita wasir berisiko harus mengejan lebih kuat.
Karena itu, tetap perhatikan porsinya dan pastikan kebutuhan serat harian berasal dari sayuran, buah, kacang-kacangan, serta sumber serat lainnya.
4. Makanan Pedas
Pencinta makanan pedas mungkin perlu sedikit mengurangi kebiasaan tersebut ketika wasir sedang kambuh.
Tidak ada bukti kuat bahwa makan pedas sesekali secara langsung menyebabkan wasir. Namun, makanan dengan kandungan capsaicin dapat menimbulkan sensasi panas atau iritasi pada sebagian orang ketika keluar bersama tinja.
Apabila area anus sedang mengalami peradangan, rasa terbakar dan nyeri dapat terasa lebih mengganggu. Kondisinya juga bisa semakin tidak nyaman jika seseorang mengalami fisura ani atau luka kecil di sekitar anus.
5. Daging dan Daging Olahan
Sosis, bacon, dan daging asap termasuk makanan yang rendah atau tidak mengandung serat. Daging merah, ayam, dan seafood juga pada dasarnya bukan sumber serat.
Bukan berarti penderita wasir harus menghilangkan protein hewani sepenuhnya. Namun, terlalu mengandalkan makanan tersebut sambil mengabaikan sayuran, buah, dan sumber serat lainnya dapat membuat asupan serat harian tidak mencukupi.
Untuk menyeimbangkan menu, tambahkan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan yang sekaligus menyediakan serat.
6. Minuman Beralkohol
Selain makanan, jenis minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Alkohol dapat berkontribusi terhadap dehidrasi karena membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui urine.
Ketika tubuh kekurangan cairan, usus besar dapat menyerap lebih banyak air dari tinja. Akibatnya, tinja menjadi lebih kering dan keras sehingga lebih sulit dikeluarkan.
Sembelit dan kebiasaan mengejan tersebut pada akhirnya dapat membuat gejala wasir semakin mengganggu.
Utamakan Serat dan Cairan
Membatasi makanan rendah serat bukan berarti harus menghindari seluruhnya. Hal yang lebih penting adalah memastikan pola makan sehari-hari tetap seimbang dan mencukupi kebutuhan serat.
Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat menjadi pilihan untuk membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, cukup minum air juga penting untuk menjaga tinja tetap lunak.
Jika wasir sering berdarah, terasa sangat nyeri, atau tidak membaik meski pola makan sudah diperbaiki, sebaiknya periksakan kondisi tersebut kepada tenaga medis.
