
Jakarta – Roti gandum sering dipilih sebagai alternatif roti tawar putih karena dinilai memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik. Namun, tidak semua produk roti gandum yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang sama.
Karena itu, penting untuk lebih teliti sebelum membeli. Mulai dari komposisi bahan, kandungan sodium, hingga tekstur roti perlu diperhatikan agar pilihan yang dikonsumsi benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh.
Roti gandum yang dibuat dari biji-bijian utuh umumnya mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral dibandingkan roti tawar putih. Jenis roti ini juga memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak terlalu cepat.
Mengutip Very Well Fit, roti gandum dapat menjadi salah satu sumber serat yang baik untuk konsumsi sehari-hari. Di dalamnya juga terdapat sejumlah nutrisi seperti zat besi dan potassium.
Sebagai gambaran, satu lembar roti gandum dengan berat sekitar 43 gram dapat mengandung sekitar 80 kalori, 20 gram karbohidrat, 3 gram serat, 5 gram protein, serta 95 miligram potasium.
Kandungan kalorinya yang relatif rendah membuat roti gandum dapat menjadi pilihan menu sarapan bagi orang yang sedang mengatur pola makan. Konsumsi biji-bijian utuh juga dikaitkan dengan manfaat untuk kesehatan jantung.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal pada 2016 menemukan bahwa konsumsi sekitar tiga porsi biji-bijian utuh setiap hari berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner yang lebih rendah.
Namun, sebelum memasukkan roti gandum ke dalam menu harian, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa.
1. Pastikan tertulis 100% gandum utuh
Jangan hanya terpaku pada tulisan “roti gandum” di bagian depan kemasan. Periksa daftar bahan dan cari keterangan seperti “100% whole wheat” atau “100% whole grain”.
Produk yang berkualitas sebaiknya mencantumkan tepung gandum utuh atau biji-bijian utuh sebagai bahan utama. Sebaliknya, produk yang hanya menggunakan tepung gandum biasa atau tepung yang telah diputihkan belum tentu memberikan manfaat serat yang sama.
2. Cek jumlah sodium
Kandungan sodium juga tidak boleh dilewatkan ketika memilih roti. Garam dapat digunakan dalam proses pembuatan roti, antara lain untuk membantu mengontrol aktivitas ragi sekaligus memberikan cita rasa.
Karena itu, bandingkan informasi nutrisi beberapa produk dan pilih yang kandungan sodiumnya tidak terlalu tinggi. Jumlah sodium dapat berbeda cukup jauh antara satu merek dengan merek lainnya.
3. Perhatikan teksturnya
Tekstur juga bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih roti gandum. Roti yang dibuat dengan tepung gandum utuh umumnya memiliki tekstur yang lebih padat dan tidak selembut roti tawar putih.
Jika teksturnya sangat lembut, konsumen sebaiknya kembali memeriksa daftar bahan pada kemasan untuk mengetahui jenis tepung dan bahan tambahan yang digunakan.
Setelah membeli, penyimpanan juga perlu diperhatikan. Roti gandum sebaiknya diletakkan di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.
Kotak roti bisa digunakan untuk menjaga kualitasnya. Jika ingin menyimpannya lebih lama, roti gandum juga dapat dimasukkan ke dalam freezer dan dipanggang kembali saat akan dikonsumsi.
Dengan memperhatikan komposisi, sodium, tekstur, serta cara penyimpanannya, memilih roti gandum tidak hanya berdasarkan label “sehat”, tetapi juga berdasarkan kualitas produk yang sebenarnya.
