Skip to content
SPORTMUSEUMCURACAO
Menu
  • Beranda
  • Wisata
  • Kuliner
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Bisnis
Menu

Penyebab Enea Bastianini Salahkan Fransesco Bagnaia soal Tabrakan di MotoGP Prancis 2025

Posted on May 14, 2025May 14, 2025 by banteng

SPORTMUSEUMCURACAO — PENYEBAB Enea Bastianini salahkan Fransesco Bagnaia soal tabrakan di MotoGP Prancis 2025 terungkap. Akibat insiden itu, Bastianini hanya finis di urutan ke-13.

Balapan utama di MotoGP Prancis 2025 yang berlangsung akhir pekan lalu memang benar-benar berlangsung kisruh. Banyak pembalap jatuh karena kondisi cuaca yang berubah.

1. MotoGP Prancis 2025 Kisruh

Ya, balapan utama MotoGP Prancis 2025 yang digelar di Sirkuit Le Mans pada Minggu 11 Mei 2025 berjalan penuh dramatis. Sejumlah pembalap bahkan memutuskan mengganti motor karena kondisi cuaca berubah dari hujan menjadi cerah.

Cuaca yang berubah membuat sejumlah pembalap harus mengalami insiden. Salah satunya dialami pembalap Red Bull KTM Tech3, Enea Bastianini.

Tetapi sayangnya, Bastianini terkena hukuman. Dia dijatuhkan long lap penalty karena terlibat insiden dengan Bagnaia. Hukuman itu akan berlaku di balapan berikutnya, yakni MotoGP Inggris 2025.

2. Bastianini Salahkan Bagnaia

Francesco Bagnaia melaju pada MotoGP Prancis 2025 (Foto: Instagram/@pecco63)

Soal kecelakaan itu, Bastianini angkat bicara. Dia langsung salahkan Bagnaia dalam kecelakaan yang berbuntut hukuman untuk Bastianini itu.

Menurut Bastianini, Bagnaia berperan besar dalam kecelakaan tersebut. Pasalnya, Bagnaia terlalu cepat mengerem hingga motornya dengan Bastianini bertabrakan. Keduanya terjatuh hingga terseret ke gravel.

“Sayangnya, Pecco (sapaan akrab Bagnaia) tidak ikut putaran. Saya tidak tahu apakah itu karena suatu masalah, tetapi ia mengerem begitu mendadak,” ujar Bastianini, dikutip dari GP One, Rabu (14/5/2025).

“Saya tidak dapat menemukan ruang untuk masuk, dan itu saja,” lanjutnya.

“Saya memulai dengan ban licin, lalu beralih ke ban basah, lalu kembali ke ban kering. Itu adalah balapan yang sangat aneh, di mana Anda tidak bisa mengerti apa pun,” jelas Bastianini.

“Saya tergelincir untuk kedua kalinya dan bahkan mendapat penalti karena memulai dari jalur pit tanpa pembatas kecepatan,” tukasnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terbaru

  • Olahraga Tak Lagi Elitis: Akses Lebih Mudah dan Merata
  • Fenomena Sosial yang Kini Jadi Arus Utama: Perubahan Dampak
  • Strategi Bisnis Lokal Beradaptasi Menghadapi Perubahan
  • Festival Kreatif Hadirkan Inovasi Baru untuk Masa Depan
  • Tren Motor Listrik Tumbuh Pesat: Masa Depan Berkendara

PARTNER

metroartschool widyanataarchitect mirecomendadotienda inspiredgardenideas afroskin mediaedukasiborneo darknetbills ellacoffeemall mauiislandportraits lesechecsdelareussite rumahbintang centrovirginia mitramedikasolo sloveniaonbike ioautonews beritakampus naijasportnews salvagegaming lamorenetaeventos thefullfitness programlarindir rastama walangsari bearrockfoods bikersonweb feelwellforever projectparadisegame sciencebookprizes hotelristorantevittoria oaklandpolicebeat atxukale ilesvanille tutelaeucarestia arting.mx global-history travelnewseditor fleeknews worldnewswave lettica.org noahs wish greenrivernetwork autoexpertproducts healthcarelawsuit sportmuseumcuracao beef cattle assurecontrols hospitalnearme arquidiocesisdgo coinsmonedas cirebonpost coronameter shiftorbit icdiss makalu2004 platye kingkong bola minweb mirecomendadotienda lowkerpabrik harpanas imaginerlalegerete globalmarketsnation jokercoy

SPONSOR


TOP SEARCH


PARTNER

PARTNER

PARTNER

©2026 SPORTMUSEUMCURACAO | Design: Newspaperly WordPress Theme