
Jakarta – Matcha memang menjadi salah satu bahan makanan Jepang yang paling dikenal luas karena kandungan antioksidannya. Namun, Jepang masih memiliki berbagai bahan pangan lain yang kaya nutrisi dan berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Istilah superfood biasanya digunakan untuk menyebut makanan yang memiliki kandungan zat gizi atau senyawa bioaktif dalam jumlah maupun keragaman yang menarik. Kelompok makanan ini dapat menyediakan vitamin, mineral, protein, serat, antioksidan, hingga senyawa lain yang dibutuhkan tubuh.
Dalam pola makan masyarakat Jepang, sejumlah bahan pangan tradisional bahkan telah lama menjadi bagian dari menu sehari-hari. Selain matcha, ada miso, rumput laut, natto, dan yuzu yang juga memiliki kandungan nutrisi menarik.
Dilansir dari Savvy Tokyo, berikut lima superfood Jepang yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu mendukung sistem imun.
1. Yuzu
Yuzu adalah buah citrus yang berasal dari Jepang. Cita rasanya cukup khas karena memiliki perpaduan rasa asam yang menyerupai lemon dan grapefruit.
Buah ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Yuzu antara lain diolah menjadi jus, dicampurkan ke teh dan minuman lainnya, atau digunakan sebagai bahan pembuat saus bersama cuka beras dan bahan pelengkap lain.
Seperti buah citrus pada umumnya, yuzu mengandung vitamin C yang berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Buah ini juga mengandung antioksidan yang berpotensi membantu melawan stres oksidatif serta memiliki aktivitas antiinflamasi.
2. Natto
Bagi masyarakat Jepang, natto merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup populer dan sering disajikan sebagai menu sarapan.
Natto dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri tertentu. Proses tersebut menghasilkan tekstur yang lengket dan berlendir, disertai aroma serta rasa yang sangat khas. Karakteristik tersebut membuat natto tidak selalu disukai oleh semua orang.
Di balik tampilannya yang unik, natto merupakan makanan fermentasi yang mengandung probiotik. Bakteri baik tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota serta kesehatan sistem pencernaan. Kondisi saluran pencernaan yang sehat juga berkaitan erat dengan fungsi sistem kekebalan tubuh.
3. Miso
Bahan pangan Jepang lainnya yang diperoleh melalui fermentasi adalah miso. Produk ini berupa pasta yang umumnya dibuat dari kedelai, beras, dan garam, kemudian digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan.
Miso sangat populer sebagai bahan dasar sup miso. Selain itu, pasta fermentasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu marinasi untuk daging maupun sayuran.
Berdasarkan warnanya, miso dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti shiro miso yang berwarna putih, shinsu miso yang cenderung kuning, dan aka miso yang berwarna merah. Lama fermentasi dan karakter rasanya dapat berbeda pada setiap jenis.
Miso dikenal mengandung mikroorganisme hasil fermentasi yang bermanfaat serta menyediakan protein, mineral, dan sejumlah vitamin. Kandungan tersebut menjadikan miso salah satu bahan pangan yang dapat melengkapi pola makan sehat.
4. Rumput Laut
Rumput laut juga tidak bisa dilepaskan dari berbagai hidangan Jepang. Bahan pangan ini hadir dalam banyak bentuk dan memiliki fungsi yang berbeda dalam masakan.
Nori, misalnya, sering digunakan sebagai pembungkus sushi atau campuran makanan. Ada pula kombu yang berbentuk lembaran kering dan banyak dimanfaatkan untuk membuat dashi atau kaldu. Sementara itu, wakame kerap ditambahkan ke sup, salad, dan hidangan berbasis cuka.
Jenis lainnya adalah hijiki yang berukuran kecil dengan warna gelap dan biasanya diolah menjadi salad atau tumisan.
Beragam jenis rumput laut tersebut menyediakan sejumlah nutrisi, termasuk vitamin, mineral, protein, zat besi, dan serat. Kandungan nutrisinya dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan mendukung fungsi sistem imun sebagai bagian dari pola makan yang beragam.
5. Matcha
Meski bukan satu-satunya superfood Jepang, matcha tetap menjadi salah satu yang paling populer. Matcha berasal dari daun teh hijau yang dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk halus.
Berbeda dari teh hijau biasa yang umumnya diseduh lalu ampas daunnya dibuang, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk yang telah dilarutkan dalam air. Secara tradisional, bubuk tersebut diseduh dengan air panas dan dikocok menggunakan chasen, yaitu pengaduk bambu.
Matcha memiliki warna hijau pekat dengan rasa yang khas dan cenderung pahit. Salah satu daya tarik utamanya adalah kandungan antioksidan yang tinggi, termasuk berbagai senyawa dari kelompok polifenol.
Antioksidan tersebut berperan dalam membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Konsumsi matcha sebagai bagian dari pola makan sehat juga dikaitkan dengan berbagai potensi manfaat kesehatan, termasuk dukungan terhadap kesehatan jantung.
Superfood Tetap Perlu Dikonsumsi Secara Seimbang
Kelima bahan pangan tersebut dapat menjadi pilihan untuk menambah variasi makanan bernutrisi dalam menu sehari-hari. Kandungan vitamin, mineral, protein, serat, probiotik, dan senyawa antioksidan di dalamnya dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
Namun, tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjadi satu-satunya penentu kuat atau lemahnya sistem imun. Menjaga daya tahan tubuh tetap membutuhkan pola makan yang beragam dan seimbang, disertai tidur cukup, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehat lainnya.
Dengan begitu, matcha, miso, rumput laut, natto, maupun yuzu dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, bukan sebagai pengganti pola hidup sehat secara keseluruhan.
