
Jakarta – Menjaga tekanan darah tetap normal tidak hanya bergantung pada obat atau olahraga, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari. Beberapa makanan dan minuman yang sering dikonsumsi ternyata mengandung zat yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Salah satu penyebab utamanya adalah asupan natrium yang terlalu tinggi, meski lemak jenuh, kolesterol, serta gula tambahan juga ikut berkontribusi.
Karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan tertentu agar tekanan darah tetap terkendali. Dirangkum dari Money Talk News (12/6), berikut lima jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
1. Roti
Meski terlihat sebagai makanan sederhana, roti dapat menjadi sumber natrium tersembunyi. Garam digunakan dalam proses pembuatan roti untuk membantu fermentasi ragi sekaligus memperbaiki teksturnya.
Dalam selembar roti terdapat sekitar 80-230 miligram natrium. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, asupan garam harian dapat meningkat tanpa disadari.
Kelebihan natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan tekanan darah ikut naik. Jika ingin tetap mengonsumsi roti, pilih roti gandum dengan kandungan serat lebih tinggi dan minim tambahan gula.
2. Keju
Beberapa jenis keju, terutama cottage cheese, mengandung natrium cukup tinggi karena garam ditambahkan selama proses pembuatannya.
Dalam sekitar setengah cangkir cottage cheese terdapat kurang lebih 350 miligram natrium. Kandungan tersebut dapat memicu retensi cairan yang berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah.
Selain itu, sejumlah jenis keju juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Bila dikonsumsi berlebihan, lemak tersebut dapat meningkatkan berat badan dan memperbesar risiko hipertensi maupun penyakit kardiovaskular. Sebagai alternatif, pilih keju rendah lemak seperti mozzarella segar, ricotta, atau Swiss cheese.
3. Daging olahan
Sosis, bacon, ham, dan berbagai produk daging olahan memang praktis disajikan, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu lembar daging olahan mengandung sekitar 123 miligram natrium. Jumlah ini tentu akan bertambah jika porsinya lebih banyak.
Tak hanya tinggi garam, daging olahan juga mengandung lemak jenuh dan bahan pengawet seperti nitrat yang dapat memicu peradangan serta mengurangi elastisitas pembuluh darah. Kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah apabila dikonsumsi secara rutin.
4. Minuman bersoda
Minuman bersoda juga termasuk minuman yang sebaiknya dibatasi oleh orang yang ingin menjaga tekanan darah.
Produk ini umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, natrium, dan pada beberapa jenis juga terdapat kafein. Kandungan sirup jagung tinggi fruktosa di dalamnya dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah serta gangguan fungsi pembuluh darah.
Selain itu, konsumsi minuman manis secara berlebihan juga dapat meningkatkan berat badan yang menjadi salah satu faktor risiko hipertensi.
5. Minuman beralkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi.
Para ahli menjelaskan bahwa alkohol dapat meningkatkan denyut jantung, mempersempit pembuluh darah, serta memicu pelepasan hormon stres yang membuat tekanan darah naik. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan kerusakan organ lainnya.
American Heart Association menganjurkan agar konsumsi alkohol dibatasi, yakni maksimal dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita.
Untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, selain membatasi makanan dan minuman di atas, penting juga menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi garam dan gula berlebih.
