
Jakarta – Kopi dikenal sebagai minuman yang memiliki berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, tambahan krimer pada secangkir kopi disebut dapat mengurangi manfaat tersebut, bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan kulit menurut seorang dokter spesialis kulit.
Beberapa bahan yang umum terdapat dalam krimer dinilai dapat memicu kerusakan kolagen, meningkatkan peradangan, hingga mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan. Berikut penjelasan yang dirangkum dari Newsweek (15/4).
1. Bukan Kopinya, tetapi Krimernya
Kopi hitam pada dasarnya mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Meski demikian, manfaat tersebut dapat berubah ketika kopi dicampur dengan berbagai bahan tambahan, terutama krimer.
Sebuah survei pada 2019 menunjukkan sekitar 80 persen penikmat kopi memilih menambahkan krimer, gula, atau bahan lain ke dalam minumannya. Sementara itu, hanya sebagian kecil yang menikmati kopi tanpa campuran.
2. Kafein Tidak Selalu Berdampak Buruk pada Kulit
Dokter spesialis dermatologi kosmetik Dr. Nora Jaafar menjelaskan bahwa kafein memiliki efek yang bergantung pada cara pemakaian maupun jumlah yang dikonsumsi.
Menurutnya, kafein yang diaplikasikan pada kulit dapat bekerja sebagai antioksidan sekaligus membantu menyempitkan pembuluh darah. Sementara jika diminum dalam batas yang wajar, kafein juga memiliki sifat antiperadangan yang bermanfaat bagi tubuh.
Karena itu, kopi bukanlah penyebab utama munculnya penuaan dini pada kulit.
3. Bahan dalam Krimer Menjadi Sorotan
Dr. Jaafar menyebut beberapa kandungan dalam krimer justru perlu mendapat perhatian. Di antaranya minyak terhidrogenasi, padatan sirup jagung, dan emulsifier sintetis.
Minyak terhidrogenasi dinilai dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan menjadi sensitif.
Sementara itu, padatan sirup jagung dikaitkan dengan proses glikasi, yaitu kondisi yang dapat merusak kolagen dan elastin sehingga kerutan serta tanda penuaan lebih cepat muncul.
4. Berpotensi Memicu Masalah Kulit
Selain memengaruhi kolagen, emulsifier sintetis yang terdapat pada beberapa jenis krimer juga disebut dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus.
Ketidakseimbangan tersebut berpotensi memicu berbagai masalah kulit, seperti peradangan, pori-pori tersumbat, jerawat, hingga rosacea. Karena itu, konsumsi krimer secara berlebihan sebaiknya dihindari agar kesehatan kulit tetap terjaga.
5. Pilih Alternatif yang Lebih Ramah bagi Kulit
Bagi pencinta kopi yang tetap ingin menikmati minuman favoritnya, Dr. Jaafar menyarankan memilih tambahan yang lebih sederhana, seperti susu murni atau susu oat tanpa pemanis.
Ia juga merekomendasikan matcha sebagai alternatif minuman berkafein. Matcha mengandung L-theanine yang membantu memberikan energi lebih stabil serta kaya antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG), senyawa yang dikenal berperan melindungi sel-sel tubuh, termasuk kulit, dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski kopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, memilih bahan tambahan yang tepat dinilai sama pentingnya agar manfaatnya tidak berkurang dan kesehatan kulit tetap terjaga.
