
Jakarta – Cinta Laura punya cara tersendiri dalam menjaga berat badannya. Meski dikenal memiliki tubuh ramping, ia mengaku tidak menghindari nasi putih dan justru lebih memperhatikan waktu makan.
Dalam tayangan Brownis Trans TV, Cinta mengatakan dirinya tetap menyukai berbagai jenis makanan, termasuk hidangan khas Indonesia. Ketika ditanya mengenai kebiasaan makan nasi, ia menegaskan bahwa nasi putih masih menjadi bagian dari menu hariannya.
Menurut Cinta, salah satu kebiasaan yang diterapkannya adalah mengakhiri waktu makan pada sore hari. Ia mengaku makanan terakhir dikonsumsi sekitar pukul 15.00, kemudian tidak lagi menyantap makanan pada malam hari dan hanya minum air putih.
Cinta Laura tetap makan nasi
Pola makan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa seseorang harus berhenti makan nasi untuk mendapatkan tubuh yang ramping.
Spesialis gizi, dr Davie Muhamad, SpGK, sebelumnya menjelaskan bahwa nasi putih tetap dapat dikonsumsi oleh orang yang sedang menurunkan berat badan. Karbohidrat dari nasi masih dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, termasuk untuk mendukung fungsi otak.
Hal yang lebih penting adalah menyesuaikan porsinya dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan kalori setiap orang berbeda sehingga tidak ada ukuran nasi yang berlaku sama untuk semua orang.
Selain mengatur porsi karbohidrat, pola makan untuk menurunkan berat badan juga sebaiknya dilengkapi protein dan serat. Kombinasi tersebut dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Berhenti makan sore hari, apakah efektif?
Kebiasaan Cinta yang mengakhiri waktu makan sejak sore berkaitan dengan konsep pembatasan waktu makan atau time-restricted eating. Dalam pola ini, seseorang memiliki jendela waktu tertentu untuk makan dan kemudian berpuasa selama sisa hari.
Makan lebih awal memang dapat membantu sebagian orang mengurangi asupan kalori harian, terutama jika kebiasaan tersebut membuat mereka tidak lagi ngemil atau makan berlebihan pada malam hari.
Namun, bukan berarti semakin cepat berhenti makan akan selalu menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar. Total asupan energi, kualitas makanan, aktivitas fisik, tidur, dan konsistensi tetap menjadi faktor penting.
Apa manfaat makan malam lebih awal?
Membatasi makan mendekati waktu tidur dapat membantu sebagian orang menghindari konsumsi kalori tambahan pada malam hari. Selain itu, jarak yang lebih panjang antara makan malam dan waktu tidur bisa terasa lebih nyaman bagi sistem pencernaan.
Makan lebih awal juga memberi tubuh jeda makan yang lebih panjang. Selama periode tersebut, tubuh menggunakan cadangan energi yang tersedia. Meski demikian, proses pembakaran lemak tidak otomatis berarti berat badan pasti turun karena hasil akhirnya tetap bergantung pada keseimbangan energi secara keseluruhan.
Karena itu, anggapan bahwa makan sebelum pukul 19.00 pasti mempercepat penurunan berat badan perlu dipahami secara lebih hati-hati.
Tidak perlu mengikuti pola Cinta Laura mentah-mentah
Pola makan yang cocok untuk satu orang belum tentu sesuai untuk orang lain. Cinta sendiri menyebut kedisiplinan dan pola pikir menjadi bagian penting dalam menjalankan kebiasaannya.
Bagi sebagian orang, berhenti makan sejak sore mungkin terasa mudah. Namun, orang lain justru bisa mengalami lapar berlebihan, sulit berkonsentrasi, atau akhirnya makan dalam jumlah lebih banyak keesokan harinya.
Untuk menurunkan berat badan, pendekatan yang lebih penting adalah membangun pola makan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Nasi tetap boleh dikonsumsi, selama porsinya sesuai kebutuhan dan menu harian tetap menyediakan protein, sayuran, buah, serta sumber nutrisi lainnya.
Jadi, inti dari pola makan Cinta Laura bukan semata-mata berhenti makan pada pukul 15.00. Yang lebih penting adalah bagaimana mengatur total asupan, memilih makanan bergizi, dan menerapkan kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten.
