
Jakarta – Menggabungkan kopi dengan minuman berenergi mungkin terdengar seperti cara cepat untuk mendapatkan tambahan tenaga. Keduanya memang mengandung kafein, tetapi mengonsumsinya secara bersamaan dapat membuat total asupan stimulan menjadi jauh lebih tinggi.
Kombinasi tersebut biasanya dipilih untuk melawan rasa kantuk atau meningkatkan kewaspadaan ketika harus bekerja hingga larut malam. Masalahnya, efek stimulan yang terlalu besar justru dapat menimbulkan berbagai keluhan.
Bagi orang dewasa sehat, Food and Drug Administration (FDA) menyebut asupan kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif. Namun, batas tersebut bukan target konsumsi dan sensitivitas setiap orang terhadap kafein berbeda.
Berikut sejumlah efek yang perlu diperhatikan ketika kopi dan minuman berenergi dikonsumsi berdekatan.
1. Total Kafein Bisa Terlalu Tinggi
Kopi dan minuman berenergi sama-sama dapat menjadi sumber kafein. Ketika keduanya diminum dalam waktu berdekatan, jumlah kafein yang masuk ke tubuh tentu bertambah.
Sebagai gambaran, satu cangkir kopi dapat mengandung sekitar 80-100 miligram kafein, sedangkan kandungan dalam minuman berenergi sangat bervariasi tergantung produk dan ukuran kemasannya.
Jika ditambah sumber kafein lain seperti teh, cokelat, suplemen, atau obat tertentu, total asupan harian dapat dengan cepat meningkat.
Kelebihan kafein dapat memicu jantung berdebar, tangan gemetar, mual, sakit kepala, rasa gelisah, hingga sulit tidur. Dalam jumlah yang sangat tinggi, keracunan kafein dapat menjadi kondisi serius.
2. Jantung Bisa Berdetak Lebih Cepat
Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat. Dalam jumlah tertentu, efek ini dapat membuat seseorang lebih waspada dan berenergi.
Namun, asupan kafein yang terlalu banyak pada sebagian orang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah sementara.
Risikonya perlu lebih diperhatikan oleh orang yang memiliki kondisi kardiovaskular tertentu atau mereka yang sangat sensitif terhadap kafein.
Jika setelah mengonsumsi minuman berkafein muncul jantung berdebar hebat, nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
3. Bisa Memicu Gelisah dan Mengganggu Tidur
Tambahan kafein dalam jumlah besar tidak selalu membuat tubuh semakin produktif. Sebaliknya, seseorang bisa mengalami rasa gugup, gelisah, tremor, dan sulit berkonsentrasi.
Kafein juga memiliki waktu paruh beberapa jam sehingga efeknya dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Jika kopi dan minuman berenergi dikonsumsi menjelang malam, kualitas tidur bisa terganggu.
Kurang tidur kemudian dapat membuat tubuh kembali terasa lelah pada keesokan harinya, sehingga muncul keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak kafein. Kebiasaan tersebut dapat membentuk siklus yang kurang baik.
4. Gula dan Stimulan Tambahan Perlu Diwaspadai
Tidak semua minuman berenergi memiliki komposisi yang sama. Sebagian produk mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi, sementara lainnya menggunakan pemanis rendah atau tanpa gula.
Ada pula produk yang menambahkan bahan seperti guarana. Bahan tersebut secara alami mengandung kafein, sehingga total kafein yang dikonsumsi bisa lebih besar daripada yang diperkirakan hanya dari label “kafein” utama.
Jika minuman berenergi tinggi gula dicampur dengan kopi yang juga diberi gula atau sirup, asupan gula dan kalori dapat meningkat secara signifikan.
Karena itu, penting memeriksa label nutrisi dan jumlah kafein sebelum menggabungkan berbagai jenis minuman.
5. Tidak Otomatis Membuat Tubuh Lebih Terhidrasi
Kopi dan minuman berenergi bukanlah pengganti air putih. Walaupun kafein memiliki efek diuretik ringan, konsumsi kafein dalam jumlah moderat biasanya tidak menyebabkan dehidrasi pada orang yang sudah mendapatkan cukup cairan.
Namun, minuman berkafein dalam jumlah berlebihan, terutama saat melakukan aktivitas fisik berat atau berada di lingkungan panas, tetap bukan pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi. Minuman berenergi juga tidak diperlukan untuk sebagian besar aktivitas harian biasa.
Perhatikan Total Asupan Kafein
Masalah utama dari mencampur kopi dan minuman berenergi bukan semata-mata karena kedua minuman tersebut dikonsumsi bersamaan, melainkan karena total kafein dan bahan lain yang masuk ke tubuh dapat menjadi terlalu tinggi.
Perhatikan ukuran sajian, kandungan kafein pada label, serta sumber kafein lain yang dikonsumsi sepanjang hari.
Orang yang sedang hamil, memiliki kondisi medis tertentu, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau sangat sensitif terhadap kafein mungkin perlu membatasi asupan lebih jauh sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Jadi, jika ingin mendapatkan energi tambahan, mencampur kopi dengan minuman berenergi bukan pilihan yang harus dilakukan. Konsumsi kafein secara bijak dan pastikan kebutuhan cairan tetap dipenuhi dengan air putih.
