
AREA persawahan di Kampung Cibuntu RT 02/06 Kelurahan Sindangpalay Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, terancam gagal panen. Kondisi itu menyusul menyusutnya debit air di saluran irigasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan terjadi kekeringan yang mengancam lahan persawahan di Kelurahan Sindangpalay. Dia mengaku sudah menurunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan.
“Hasil pengecekan di lokasi, kondisi saat ini saluran irigasi dan selokan mengalami kekeringan. Dampaknya, beberapa petak sawah milik warga terdampak, sehingga tanaman padi terancam gagal panen,” kata Yoseph, Senin (13/7).
Pada momen itu, kata Yoseph, petugas juga mengecek kondisi saluran-saluran air. Hasilnya, petugas menyimpulkan kondisi saluran-saluran air di wilayah itu rawan terdampak bencana, baik saat musim hujan maupun kemarau.
“Di wilayah ini juga rawan terjadi banjir limpasan akibat dampak cuaca ekstrem. Petugas kami di lapangan menemukan banyak saluran-saluran air yang tersumbat sampah, baik di selokan maupun irigasi,” tutur Yoseph.
Sebelumnya, petugas BPBD juga menindaklanjuti laporan dampak kekeringan terhadap area persawahan di Kecamatan Cibeureum. Sebagaimana diketahui, Kecamatan Cibeureum merupakan wilayah andalan bagi sektor pertanian karena masih terdapat banyak lahan sawah.
BPBD terus mengingatkan masyarakat terhadap kesiapsiagaan selama kemarau panjang. Terutama kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi krisis air bersih dan kebakaran lahan dan permukiman.
“Kami imbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan hemat, hindari membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok yang masih menyala, serta selalu membersihkan selokan dan aliran irigasi dari sampah agar aliran air tetap lancar,” pungkasnya.
